Puasa Asyura & Tasu’a

Panduan puasa asyura dan tasua: niat, jadwal (9–10 Muharram), keutamaan, dan tips praktis agar tidak bingung.

Waktu: 9–10 Muharram
Fokus: Niat & jadwal
Bonus: FAQ

Ringkasan cepat

Asyura adalah puasa sunnah pada 10 Muharram.
Banyak ulama menganjurkan menambah Tasu’a (9 Muharram) agar berbeda dari tradisi lain dan sebagai kehati-hatian penentuan tanggal.

Praktis: jika ingin aman, ambil pola 9–10. Jika hanya sanggup satu hari, utamakan 10 Muharram.

Jadwal Puasa Asyura & Tasu’a

Opsi utama

  • 9 Muharram (Tasu’a)
  • 10 Muharram (Asyura)

Ini yang paling populer: “9–10”.

Opsi alternatif

  • 10 saja (Asyura)
  • 10–11 (bila tidak sempat 9–10)

Pilih yang paling realistis untuk Anda.

Niat Puasa Tasu’a & Asyura

Niat puasa sunnah (umum)

Latin: Nawaitu shauma ghadin sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Arti: Aku niat puasa sunnah esok hari karena Allah Ta’ala.

Catatan: niat puasa sunnah cukup di hati. Redaksi berbeda-beda di buku fiqh; yang penting maksudnya jelas.

Keutamaan Puasa Asyura

  • Puasa Asyura dikenal memiliki keutamaan besar dalam sunnah (disebut dalam hadits shahih).
  • Banyak ulama menekankan semangatnya: taubat, syukur, dan memperbaiki diri di awal tahun Hijriah.
Catatan penting: detail pahala disebut dalam hadits-hadits shahih. Untuk rujukan cepat, cek kompilasi hadits di Sunnah.com (lihat bagian “Sumber”).

Tips Praktis (biar konsisten)

  • Pasang pengingat H-1: “Niat puasa sunnah”.
  • Siapkan sahur sederhana dan air minum cukup.
  • Gabungkan dengan amalan ringan: dzikir, sedekah, membaca Al-Qur’an.

FAQ Puasa Asyura & Tasu’a

Kalau lupa niat malam, apakah puasa sunnah tetap sah?

Dalam fiqh, ada pembahasan niat puasa sunnah bisa dilakukan sebelum zawal (selama belum makan/minum). Ikuti pendapat ulama/ustaz setempat yang Anda rujuk.

Boleh puasa 10 saja?

Boleh. Jika mampu, banyak anjuran untuk menambah hari agar lebih sempurna (mis. 9–10).

Bacaan terkait

Bacaan lanjutan (Doa Islam)

Lihat semua koleksi: Kumpulan Doa Islam

Sumber rujukan

  • Hadits Asyura & Muharram: Sunnah.com
  • Kalender Hijriah & penentuan tanggal: rujuk otoritas setempat (Kemenag/masjid) karena bisa beda rukyat/hisab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *