Kalender Hijriyah

Panduan Lengkap Nama Bulan, Makna Sejarah, dan Sistem Penanggalan Islam

Kalender Hijriyah atau penanggalan Islam adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Muslim di seluruh dunia, terutama untuk menentukan tanggal hari-hari besar keagamaan. Berbeda dengan Kalender Masehi yang berbasis matahari (solar), Kalender Hijriyah berbasis pada siklus bulan (lunar/komariyah).

Fakta Penting: Sistem Kalender Hijriyah diprakarsai oleh Khalifah Umar ibn Al-Khattab. Penetapan awal tahun dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Daftar 12 Bulan dalam Kalender Hijriyah

Nama-nama bulan dalam Islam memiliki makna mendalam yang mencerminkan kondisi sosial dan alam pada masa itu. Berikut adalah rincian lama hari dan maknanya:

NoNama BulanLama HariKeterangan
1Muharram30Bulan yang diharamkan (suci)
2Safar29Bulan kekosongan
3Rabi’ul Awal30Musim semi pertama
4Rabi’ul Akhir29Musim semi kedua
5Jumadil Awal30Tanah kering pertama
6Jumadil Akhir29Tanah kering kedua
7Rajab30Bulan mulia/hormat
8Sya’ban29Bulan perpisahan/berpencar
9Ramadhan30Bulan panas membara (puasa)
10Syawal29Bulan peningkatan
11Dzulkaidah30Bulan gencatan senjata
12Dzulhijjah29 / (30)Bulan ziarah/Haji
Total Hari354 / 355 Hari

Makna Filosofis Nama Bulan

01

Muharram

مُحَرَّم

“Terlarang” – Larangan berperang demi menghormati kesucian bulan ini.

02

Safar

صَفَر

“Kuning/Kosong” – Merujuk pada rumah-rumah yang kosong ditinggalkan untuk berperang atau mencari makan.

07

Rajab

رَجَب

“Agung” – Bulan suci lainnya yang sangat dihormati oleh bangsa Arab sejak zaman dahulu.

09

Ramadhan

رَمَضان

“Panas Terik” – Menggambarkan kondisi suhu tinggi dan pembakaran dosa melalui ibadah puasa.

Perbedaan Sistem Kalender Hijriyah vs Masehi

Ada dua perbedaan mendasar yang perlu dipahami jamaah dan umat Muslim:

  • Pergantian Hari: Pada Masehi, hari berganti pada pukul 00:00 (tengah malam). Pada Hijriyah, hari berganti saat matahari terbenam (Masuk waktu Maghrib).
  • Jumlah Hari: Kalender Hijriyah lebih pendek 10-11 hari dibanding Masehi dalam setahun. Hal ini menyebabkan pergeseran tanggal hari besar Islam (seperti Idul Fitri) setiap tahunnya di kalender Masehi.
Hubungan dengan Budaya Lokal: Sultan Agung dari Mataram mengadopsi sistem Hijriyah ini ke dalam Penanggalan Jawa pada tahun 1633 M. Pelajari lebih lanjut tentang Eksistensi Kalender Jawa di sini.

Jenis Bulan dalam Islam

1. Bulan-Bulan Suci (Al-Asyhurul Hurum)

Terdapat empat bulan yang disebut “Suci” di mana peperangan sangat dilarang: Muharram, Rajab, Dzulkaidah, dan Dzulhijjah. Hal ini ditegaskan dalam Surat At-Taubah ayat 36.

2. Bulan Non-Suci

Sisa delapan bulan lainnya adalah bulan biasa, namun memiliki keutamaan ibadah masing-masing, seperti Ramadhan yang merupakan bulan turunnya Al-Quran dan kewajiban puasa.