Rukun Islam Haji
Haji adalah rukun Islam kelima: ibadah ke Baitullah bagi yang mampu (istitha’ah).
Artikel ini merangkum dalil, syarat wajib haji, rukun haji, tahapan singkat, dan FAQ.
Haji wajib sekali seumur hidup bagi muslim yang mampu.
Haji mengajarkan kesetaraan, pengorbanan, kesabaran, dan persatuan umat.
Dalil utama haji
- Haji wajib bagi yang mampu: Ali ‘Imran 3:97 (Quran.com)
- Hadits rukun Islam: Bukhari no. 8
Apa arti “mampu” (istitha’ah)?
- Mampu finansial: biaya haji dan kebutuhan keluarga terpenuhi.
- Mampu fisik: kesehatan memadai untuk rangkaian manasik.
- Aman perjalanan: kondisi yang memungkinkan untuk berangkat.
Praktiknya mengikuti aturan penyelenggaraan haji resmi negara (kuota, jadwal, kesehatan, dll.).
Rukun Haji (ringkas, untuk pemula)
1) Ihram (niat)
2) Wukuf di Arafah
3) Thawaf Ifadah
4) Sa’i antara Shafa dan Marwah
5) Tahallul (cukur/potong rambut)
6) Tertib (urutan pelaksanaan)
Tahapan singkat perjalanan haji (gambaran)
- Miqat → niat ihram dan memulai larangan ihram.
- Masuk Makkah → thawaf/sa’i (tergantung jenis haji: tamattu’, ifrad, qiran).
- Arafah → inti haji: wukuf.
- Muzdalifah & Mina → rangkaian manasik (mabit, lempar jumrah, dll.).
- Thawaf Ifadah → bagian utama setelah Arafah.
- Penutup → tahallul dan thawaf wada’ (untuk meninggalkan Makkah).
Doa singkat yang sering dibaca (umum)
Untuk doa/doa manasik yang lengkap (talbiyah, doa thawaf, doa sa’i), biasanya mengikuti buku manasik resmi/pembimbing. Di artikel ini, Anda bisa menautkan halaman “Doa Haji Umrah” di situs Anda.
- Internal: Doa Haji & Umrah (ganti sesuai slug Anda)
Internal link
- Hub: 5 Rukun Islam
- Rukun terkait: Zakat • Shalat
- Cleverlysmart: Artikel tentang haji/umrah (ganti URL spesifik)
- PinterPandai: Artikel tentang haji (ganti URL spesifik)
FAQ Haji
Kapan haji menjadi wajib?
Haji wajib bagi muslim yang mampu (finansial, fisik, dan aman untuk berangkat) sekali seumur hidup.
Apa inti haji?
Wukuf di Arafah adalah inti haji, disertai rangkaian manasik lainnya.
Apa perbedaan haji dan umrah?
Haji memiliki waktu tertentu dan rangkaian manasik lebih lengkap; umrah dapat dilakukan lebih fleksibel (tergantung aturan setempat).
Sumber
- Qur’an: Ali ‘Imran 3:97
- Hadits rukun Islam: Bukhari no. 8
