Surat Az Zariyat الذاريات Adh Dhaariyat: Angin yang menerbangkan

Surah Az Zariyat, yang berarti “Angin yang Menerbangkan”, adalah surah ke-51 dalam Alquran. Surah ini memberikan penekanan yang sangat kuat pada masalah akhirat dan konsep tauhid dalam perspektif akhirat.

Ayat-ayat Surat Az Zariyat memperingatkan manusia tentang pentingnya kepercayaan pada hari akhirat dan mengingatkan bahwa tidak mematuhi ajaran para Nabi dapat berakibat buruk bagi umat manusia. Praktik-praktik yang menyimpang dari kebenaran juga telah diingatkan sebagai sumber bencana bagi bangsa-bangsa yang mengamalkannya.

Penting untuk dicatat bahwa Surat Az Zariyat menyoroti keragaman keyakinan tentang akhirat sebagai tanda ketidaktahuan manusia, bukan berdasarkan pengetahuan yang benar. Masing-masing cenderung membentuk keyakinan mereka sendiri berdasarkan spekulasi pribadi dan teori-teori yang mereka susun tanpa dasar yang kuat.

Dengan menghadirkan konsep akhirat dan tauhid dengan begitu kuat, Surat Az Zariyat bertujuan untuk membangkitkan kesadaran spiritual dan mengajak manusia untuk mencari sumber rezeki dari Allah semata. Surah ini mengajarkan pentingnya berlari kepada Allah dan memastikan bahwa semua ibadah hanya ditujukan kepada-Nya.

Dengan demikian, Surat Az Zariyat adalah pengingat yang kuat tentang tujuan sejati kehidupan manusia dan perlunya memprioritaskan ketaatan kepada Allah di atas segala-galanya. Pesan-pesan dari surah ini memiliki relevansi yang abadi untuk seluruh umat manusia.

Berikut text Arab, latin dan artinya dari Surat Az Zariyat

وَٱلذَّٰرِيَٰتِ ذَرْوًا

Arab-Latin: waż-żāriyāti żarwā

Artinya: 1. Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan kuat.

فَٱلْحَٰمِلَٰتِ وِقْرًا

fal-ḥāmilāti wiqrā

2. dan awan yang mengandung hujan,

فَٱلْجَٰرِيَٰتِ يُسْرًا

fal-jāriyāti yusrā

3. dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.

فَٱلْمُقَسِّمَٰتِ أَمْرًا

fal-muqassimāti amrā

4. dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَصَادِقٌ

innamā tụ’adụna laṣādiq

5. sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar.

وَإِنَّ ٱلدِّينَ لَوَٰقِعٌ

wa innad-dīna lawāqi’

6. dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.

وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلْحُبُكِ

was-samā`i żātil-ḥubuk

7. Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,

إِنَّكُمْ لَفِى قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍ

innakum lafī qaulim mukhtalif

8. sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat,

يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ

yu`faku ‘an-hu man ufik

9. dipalingkan daripadanya (Rasul dan Al-Quran) orang yang dipalingkan.

قُتِلَ ٱلْخَرَّٰصُونَ

qutilal-kharrāṣụn

10. Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,

ٱلَّذِينَ هُمْ فِى غَمْرَةٍ سَاهُونَ

Arab-Latin: allażīna hum fī gamratin sāhụn

Artinya: 11. (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan yang lalai,

يَسْـَٔلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلدِّينِ

yas`alụna ayyāna yaumud-dīn

12. mereka bertanya: “Bilakah hari pembalasan itu?”

يَوْمَ هُمْ عَلَى ٱلنَّارِ يُفْتَنُونَ

yauma hum ‘alan-nāri yuftanụn

13. (Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.

ذُوقُوا۟ فِتْنَتَكُمْ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ

żụqụ fitnatakum, hāżallażī kuntum bihī tasta’jilụn

14. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dulu kamu minta untuk disegerakan”.

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyụn

15. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,

ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānụ qabla żālika muḥsinīn

16. sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

kānụ qalīlam minal-laili mā yahja’ụn

17. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.

وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

wa bil-as-ḥāri hum yastagfirụn

18. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

وَفِىٓ أَمْوَٰلِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ

wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā`ili wal-maḥrụm

19. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

وَفِى ٱلْأَرْضِ ءَايَٰتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

wa fil-arḍi āyātul lil-mụqinīn

20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.

وَفِىٓ أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Arab-Latin: wa fī anfusikum, a fa lā tubṣirụn

Artinya: 21. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

وَفِى ٱلسَّمَآءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

wa fis-samā`i rizqukum wa mā tụ’adụn

22. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.

فَوَرَبِّ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ إِنَّهُۥ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ أَنَّكُمْ تَنطِقُونَ

fa wa rabbis-samā`i wal-arḍi innahụ laḥaqqum miṡla mā annakum tanṭiqụn

23. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.

هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَٰهِيمَ ٱلْمُكْرَمِينَ

hal atāka ḥadīṡu ḍaifi ibrāhīmal-mukramīn

24. Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ فَقَالُوا۟ سَلَٰمًا ۖ قَالَ سَلَٰمٌ قَوْمٌ مُّنكَرُونَ

iż dakhalụ ‘alaihi fa qālụ salāmā, qāla salām, qaumum mungkarụn

25. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salaamun”. Ibrahim menjawab: “Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal”.

فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ

fa rāga ilā ahlihī fa jā`a bi’ijlin samīn

26. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.

فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

fa qarrabahū ilaihim, qāla alā ta`kulụn

27. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: “Silahkan anda makan”.

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٍ

fa aujasa min-hum khīfah, qālụ lā takhaf, wa basysyarụhu bigulāmin ‘alīm

28. (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).

فَأَقْبَلَتِ ٱمْرَأَتُهُۥ فِى صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ

fa aqbalatimra`atuhụ fī ṣarratin fa ṣakkat waj-hahā wa qālat ‘ajụzun ‘aqīm

29. Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul”.

قَالُوا۟ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْعَلِيمُ

qālụ każāliki qāla rabbuk, innahụ huwal-ḥakīmul-‘alīm

30. Mereka berkata: “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan” Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

۞ قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا ٱلْمُرْسَلُونَ

Arab-Latin: qāla fa mā khaṭbukum ayyuhal-mursalụn

Artinya: 31. Ibrahim bertanya: “Apakah urusanmu hai para utusan?”

قَالُوٓا۟ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمٍ مُّجْرِمِينَ

qālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn

32. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),

لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّن طِينٍ

linursila ‘alaihim ḥijāratam min ṭīn

33. agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah,

مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ

musawwamatan ‘inda rabbika lil-musrifīn

34. yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas”.

فَأَخْرَجْنَا مَن كَانَ فِيهَا مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

fa akhrajnā mang kāna fīhā minal-mu`minīn

35. Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.

فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

fa mā wajadnā fīhā gaira baitim minal-muslimīn

36. Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri.

وَتَرَكْنَا فِيهَآ ءَايَةً لِّلَّذِينَ يَخَافُونَ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ

wa taraknā fīhā āyatal lillażīna yakhāfụnal-‘ażābal-alīm

37. Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.

وَفِى مُوسَىٰٓ إِذْ أَرْسَلْنَٰهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ

wa fī mụsā iż arsalnāhu ilā fir’auna bisulṭānim mubīn

38. Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir’aun dengan membawa mukjizat yang nyata.

فَتَوَلَّىٰ بِرُكْنِهِۦ وَقَالَ سَٰحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ

fa tawallā biruknihī wa qāla sāḥirun au majnụn

39. Maka dia (Fir’aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya dan berkata: “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila”.

فَأَخَذْنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذْنَٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌ

fa akhażnāhu wa junụdahụ fa nabażnāhum fil-yammi wa huwa mulīm

40. Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.

وَفِى عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلرِّيحَ ٱلْعَقِيمَ

Arab-Latin: wa fī ‘ādin iż arsalnā ‘alaihimur-rīḥal-‘aqīm

Artinya: 41. Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,

مَا تَذَرُ مِن شَىْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلَّا جَعَلَتْهُ كَٱلرَّمِيمِ

mā tażaru min syai`in atat ‘alaihi illā ja’alat-hu kar-ramīm

42. angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.

وَفِى ثَمُودَ إِذْ قِيلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوا۟ حَتَّىٰ حِينٍ

wa fī ṡamụda iż qīla lahum tamatta’ụ ḥattā ḥīn

43. Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka: “Bersenang-senanglah kalian sampai suatu waktu”.

فَعَتَوْا۟ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ فَأَخَذَتْهُمُ ٱلصَّٰعِقَةُ وَهُمْ يَنظُرُونَ

fa ‘atau ‘an amri rabbihim fa akhażat-humuṣ-ṣā’iqatu wa hum yanẓurụn

44. Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir dan mereka melihatnya.

فَمَا ٱسْتَطَٰعُوا۟ مِن قِيَامٍ وَمَا كَانُوا۟ مُنتَصِرِينَ

fa mastaṭā’ụ ming qiyāmiw wa mā kānụ muntaṣirīn

45. Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan,

وَقَوْمَ نُوحٍ مِّن قَبْلُ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًا فَٰسِقِينَ

wa qauma nụḥim ming qabl, innahum kānụ qauman fāsiqīn

46. dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

وَٱلسَّمَآءَ بَنَيْنَٰهَا بِأَيْي۟دٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ

was-samā`a banaināhā bi`aidiw wa innā lamụsi’ụn

47. Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa

وَٱلْأَرْضَ فَرَشْنَٰهَا فَنِعْمَ ٱلْمَٰهِدُونَ

wal-arḍa farasynāhā fa ni’mal-māhidụn

48. Dan bumi itu Kami hamparkan, maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).

وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la’allakum tażakkarụn

49. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.

فَفِرُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ ۖ إِنِّى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

fa firrū ilallāh, innī lakum min-hu nażīrum mubīn

50. Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

وَلَا تَجْعَلُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ ۖ إِنِّى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

Arab-Latin: wa lā taj’alụ ma’allāhi ilāhan ākhar, innī lakum min-hu nażīrum mubīn

Artinya: 51. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain disamping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.

كَذَٰلِكَ مَآ أَتَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا قَالُوا۟ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ

każālika mā atallażīna ming qablihim mir rasụlin illā qālụ sāḥirun au majnụn

52. Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila”.

أَتَوَاصَوْا۟ بِهِۦ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ

a tawāṣau bih, bal hum qaumun ṭāgụn

53. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَآ أَنتَ بِمَلُومٍ

fa tawalla ‘an-hum fa mā anta bimalụm

54. Maka berpalinglah kamu dari mereka dan kamu sekali-kali tidak tercela.

وَذَكِّرْ فَإِنَّ ٱلذِّكْرَىٰ تَنفَعُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

wa żakkir fa innaż-żikrā tanfa’ul-mu`minīn

55. Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya’budụn

56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

مَآ أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ

mā urīdu min-hum mir rizqiw wa mā urīdu ay yuṭ’imụn

57. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.

إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلْقُوَّةِ ٱلْمَتِينُ

innallāha huwar-razzāqu żul-quwwatil-matīn

58. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ ذَنُوبًا مِّثْلَ ذَنُوبِ أَصْحَٰبِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُونِ

fa inna lillażīna ẓalamụ żanụbam miṡla żanụbi aṣ-ḥābihim fa lā yasta’jilụn

59. Maka sesungguhnya untuk orang-orang zalim ada bagian (siksa) seperti bahagian teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.

فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن يَوْمِهِمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ

fa wailul lillażīna kafarụ miy yaumihimullażī yụ’adụn

60. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka.

Surat AlQuran | Daftar Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan Indonesia

Sumber bacaan: PinterPandaiWikipediaQuran.com

Tempat Turunnya AlQuran di Mekah dan Medinah

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *