Kisah Lahirnya Rasulullah Isa Bin Maryam
Ringkas, jelas, dan bersumber dari Al-Qur’an (QS. Maryam 19:22–35) serta rujukan tafsir.
Nabi Isa عليه السلام adalah salah satu nabi dan rasul Allah ﷻ. Berbeda dari manusia lainnya, Nabi Isa dilahirkan tanpa seorang ayah.
Ibunya adalah Maryam, seorang wanita suci dan shalihah. Jika Allah ﷻ menghendaki sesuatu, maka itu akan terjadi.
Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Allah ﷻ menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu, Hawa tanpa perantara wanita, dan Isa hanya dari seorang ibu.
Inilah tanda kekuasaan Allah ﷻ atas segala sesuatu.
Daftar Isi
Ringkasan Kisah
Kisah kelahiran Nabi Isa عليه السلام dijelaskan dalam QS. Maryam ayat 22–35:
Maryam mengandung, menyingkir ke tempat jauh, mengalami sakit melahirkan, lalu Allah ﷻ menghiburnya.
Ketika kembali kepada kaumnya, Maryam dituduh. Namun Isa berbicara sejak bayi dan menegaskan bahwa ia adalah hamba Allah ﷻ dan seorang nabi.
Maryam Melahirkan Manusia Mulia
Maryam adalah wanita shalihah yang menjaga diri dan kehormatan. Saat hendak melahirkan, Maryam menyendiri dan menjauh.
Al-Qur’an menyebutkan:
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا
“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (QS. Maryam: 22)
(lihat ayat di Quran.com)
Hiburan Allah Saat Maryam Merasa Sangat Berat
Maryam takut fitnah dan gunjingan, hingga ia mengucap:
يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا
“Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan.” (QS. Maryam: 23)
(Quran.com 19:22–26)
Lalu Allah ﷻ menghibur Maryam:
فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا
وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا
فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا
(QS. Maryam: 24–26)
Quran.com 19:22–26
• Tafsir Ibnu Katsir (ayat 24):
quran.ksu.edu.sa
Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa yang menyeru Maryam pada ayat ini; ada yang menyatakan Jibril, ada yang menyatakan Isa عليه السلام.
Anda bisa lihat perbedaan penjelasan ini di tafsir klasik.
Ibnu Katsir dan
Ath-Tabari.
Maryam Bertemu Kaumnya
Setelah tenang, Maryam kembali kepada kaumnya. Mereka mencela dan menuduh:
فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا
يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا
(QS. Maryam: 27–28)
(lihat ayat di Quran.com)
Dalam sejarah, manusia bersikap berbeda terhadap Nabi Isa عليه السلام:
(1) Ada yang menuduh buruk, (2) ada yang berlebihan memujinya, (3) kaum muslimin memuliakannya sebagai nabi dan rasul, tanpa berlebih-lebihan.
Isa, Bayi yang Penuh Berkah
Maryam menunjuk bayinya. Kaumnya heran bagaimana berbicara dengan bayi:
فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا
(QS. Maryam: 29)
Quran.com 19:27–33
Lalu Isa عليه السلام berbicara dan menegaskan identitasnya:
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا
وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
(QS. Maryam: 30–33)
Quran.com 19:27–33
Al-Qur’an menutup rangkaian ini dengan penegasan bahwa Isa bin Maryam adalah “perkataan yang benar” yang mereka perdebatkan,
dan Allah ﷻ Mahasuci dari memiliki anak. (QS. Maryam: 34–35)
Quran.com 19:34–35
Pelajaran Penting dari Kisah Ini
- Kekuasaan Allah ﷻ: Allah mencipta dengan cara yang Dia kehendaki.
- Menjaga kehormatan: Maryam adalah teladan kesucian dan keteguhan.
- Ujian berat bisa datang pada orang shalih, dan Allah ﷻ memberi pertolongan di waktu yang tepat.
- Posisi Nabi Isa dalam Islam: nabi dan rasul, hamba Allah ﷻ, bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.
- Adab menghadapi fitnah: tenang, bersandar kepada Allah, dan jangan terburu-buru menuduh.
Jika Anda mencari ringkasan cepat, kisah ini (Kisah Lahirnya Rasulullah Isa Bin Maryam) berpusat pada QS. Maryam 19:22–35.
Sumber & Rujukan
- Al-Qur’an: QS. Maryam 19:22–26
(Quran.com) - Al-Qur’an: QS. Maryam 19:27–33
(Quran.com) - Al-Qur’an: QS. Maryam 19:34–35
(Quran.com) - Tafsir Ibnu Katsir (QS. Maryam ayat 24)
(quran.ksu.edu.sa) - Artikel rujukan: “Lahirnya Rasulullah Isa bin Maryam” (KisahMuslim.com)
(link)
Catatan: Rujukan buku “Fabihudahum Iqtadih” sering dicantumkan di beberapa artikel KisahMuslim dan situs terkait,
namun untuk validasi bibliografi detail (edisi/halaman) sebaiknya merujuk langsung pada buku cetaknya.
FAQ Singkat
Di mana kisah kelahiran Nabi Isa dijelaskan dalam Al-Qur’an?
Di QS. Maryam ayat 22–35. Lihat tautan Qur’an pada bagian sumber.
Siapa yang menyeru Maryam pada QS. Maryam:24?
Ada perbedaan pendapat di kalangan mufassir; Anda bisa bandingkan di tafsir Ibnu Katsir dan Ath-Tabari.
Apa posisi Nabi Isa dalam Islam?
Nabi Isa adalah nabi dan rasul, hamba Allah ﷻ, bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan (QS. Maryam:30–35).
Penafian (Disclaimer)
Konten di islamsuciberiman.com hanya untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Kami tidak menjamin keakuratan informasi secara menyeluruh.
Bukan Fatwa: Konten ini bukan fatwa resmi atau nasihat hukum. Untuk masalah hukum Islam yang spesifik, silakan berkonsultasi dengan ulama atau otoritas agama yang berwenang.
