Surah At Takwir التكوير Menggulung

Surah At Takwir adalah surah ke-81 dari Al-Qur’an, berisi 29 ayat. Sura ini termasuk periode Mekah pertama (610-615), judulnya mengacu pada ayat 1. Bersama dengan surah 82 dan surah 99, itu termasuk dalam apa yang disebut surah apokaliptik.

14 ayat pertama berhubungan dengan tanda-tanda mengerikan dari penghakiman Allah dan pembalasan-Nya. Bagian kedua yang terakhir menekankan otentisitas pesan kenabian Muhammad. Al-Qur’an bukanlah kata-kata manusia atau “ucapan setan yang dirajam”, tetapi dibawa dari Tuhan kepada nabi melalui malaikat Jibril.

Surat ke-81 at-Takwir, artinya Menggulung, lengkap ayat 1-29. Berisikan gambaran-gambaran tentang hari Kiamat dengan kacaunya alam semesta setelah sebelumnya teratur. Berikut text Arab, latin dan artinya:

Berikut isi Surah At Takwir dalam text bahasa Arab, latin dan terjemahan bahasa Indonesia

إِذَا ٱلشَّمْسُ كُوِّرَتْ

Arab-Latin: iżasy-syamsu kuwwirat

Artinya: 1. Apabila matahari digulung,

وَإِذَا ٱلنُّجُومُ ٱنكَدَرَتْ

wa iżan-nujụmungkadarat

2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

وَإِذَا ٱلْجِبَالُ سُيِّرَتْ

wa iżal-jibālu suyyirat

3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

وَإِذَا ٱلْعِشَارُ عُطِّلَتْ

wa iżal-‘isyāru ‘uṭṭilat

4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)

وَإِذَا ٱلْوُحُوشُ حُشِرَتْ

wa iżal-wuḥụsyu ḥusyirat

5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

وَإِذَا ٱلْبِحَارُ سُجِّرَتْ

wa iżal-biḥāru sujjirat

6. dan apabila lautan dijadikan meluap

وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتْ

wa iżan-nufụsu zuwwijat

7. dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)

وَإِذَا ٱلْمَوْءُۥدَةُ سُئِلَتْ

wa iżal-mau`ụdatu su`ilat

8. dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

بِأَىِّ ذَنۢبٍ قُتِلَتْ

bi`ayyi żambing qutilat

9. karena dosa apakah dia dibunuh,

وَإِذَا ٱلصُّحُفُ نُشِرَتْ

wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat

10. dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka,

وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ كُشِطَتْ

Arab-Latin: wa iżas-samā`u kusyiṭat

Artinya: 11. dan apabila langit dilenyapkan,

وَإِذَا ٱلْجَحِيمُ سُعِّرَتْ

wa iżal-jaḥīmu su”irat

12. dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

وَإِذَا ٱلْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ

wa iżal-jannatu uzlifat

13. dan apabila surga didekatkan,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ أَحْضَرَتْ

‘alimat nafsum mā aḥḍarat

14. maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلْخُنَّسِ

fa lā uqsimu bil-khunnas

15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

ٱلْجَوَارِ ٱلْكُنَّسِ

al-jawāril-kunnas

16. yang beredar dan terbenam,

وَٱلَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ

wal-laili iżā ‘as’as

17. demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

وَٱلصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ

waṣ-ṣub-ḥi iżā tanaffas

18. dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

innahụ laqaulu rasụling karīm

19. sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

ذِى قُوَّةٍ عِندَ ذِى ٱلْعَرْشِ مَكِينٍ

żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn

20. yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy,

مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ

Arab-Latin: muṭā’in ṡamma amīn

Artinya: 21. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ

wa mā ṣāḥibukum bimajnụn

22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

وَلَقَدْ رَءَاهُ بِٱلْأُفُقِ ٱلْمُبِينِ

wa laqad ra`āhu bil-ufuqil-mubīn

23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

وَمَا هُوَ عَلَى ٱلْغَيْبِ بِضَنِينٍ

wa mā huwa ‘alal-gaibi biḍanīn

24. Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَٰنٍ رَّجِيمٍ

wa mā huwa biqauli syaiṭānir rajīm

25. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,

فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ

fa aina taż-habụn

26. maka ke manakah kamu akan pergi?

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَٰلَمِينَ

in huwa illā żikrul lil-‘ālamīn

27. Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,

لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ

liman syā`a mingkum ay yastaqīm

28. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

wa mā tasyā`ụna illā ay yasyā`allāhu rabbul-‘ālamīn

29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *