Tatacara tawaf mengelilingi kakbah

Tatacara Tawaf mengelilingi Kakbah (Kaabah)

Tatacara Tawaf mengelilingi Kakbah, Ritual Tawaf termasuk berjalan tujuh kali melawan arah jarum jam mengelilingi Kakbah. Tawaf adalah ritual penting dalam ibadah umat Muslim. Mempraktikkan dengan kekhusyukan dan rasa hormat akan memperkuat makna spiritualitas dalam menjalankan ritual ini.

Berikut 5 Tata Cara Tawaf Mengelilingi Kakbah

1. Ketika sampai di Masjidil Haram, jamaah melakukan tawaf kedatangan yang juga bagian dari Umrah atau sebagai tawaf selamat datang. Saat tawaf, jamaah juga memasuki Hateem – sebuah wilayah di sisi utara Kakbah – di dalam jalan mereka. Setiap putaran di mulai dengan mencium atau menyentuh Batu Hitam (Hajar Aswad).

2. Jika mencium batu tidak memungkinkan karena padatnya jamaah, mereka cukup mensejajarkan diri dengan arah Batu Hitam dengan mencium tangan sendiri ketika tawaf. Makan tidak diperbolehkan namun minum air tetap diizinkan, karena risiko dehidrasi. Laki-laki dianjurkan untuk melakukan tiga putaran pertama dengan cepat dikenal sebagai Ramal, dan diikuti empat putaran lainnya dengan tidak terlalu cepat.3. Pelengkap ibadah tawaf adalah salat dua Raka’at di belakang Tempat Ibrahim (Muqam Ibrahim), sebuah tugu dekat Kakbah di dalam masjid. Meskipun demikian, dikarenakan padatnya jamaah saat musim Haji, mereka cukup melaksanakan salat di mana saja di dalam masjid. Setelah salat, jamaah juga meminum air dari sumur Zamzam, yang tersedia dalam keran Masjid.

4. Walaupun secara tradisional ibadah tawaf dilakukan di lantai dasar, tawaf saat ini juga dapat dilakukan di lantai pertama dan atap masjid agar tidak terjadi kepadatan.
Tawaf diikuti oleh sa’i, berjalan atau berlari tujuh kali antara bukit Shofa dan Marwah, berlokasi dekat Kakbah. Sebelumnya tempat ini berada di tempat terbuka, kini tempat ini tertutup dan masuk kedalam area Masjidil Haram, dan dapat berhubungan langung dengan terowongan.

5. Jamaah diharuskan berjalan diantara kedua bukit ini, sampai tanda dua tiang hijau sebuah bagian kecil sebagai tanda kapan mereka harus berlari. Jalur ini kini memiliki “jalur ekspres” bagi para penyandang disabilitas atau orang-orang tua. Setelah sa’i, jamaah laki-laki mencukur rambutnya dan wanita memotong beberapa bagian rambut, ini juga sebagai pelengkap ibadah Umrah.

Apakah tawaf itu?

Tawaf (Arabﻃﻮﺍﻑthawāf) adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf adalah salah satu amal ibadah yang dilakukan oleh Muslim pada saat melaksanakan haji dan umrah. Tawaf hanya dilakukan di Masjidil Haram.

Syarat Tawaf
  1. Suci dari hadas.
  2. Suci dari najis pada badan dan pakaian.
  3. Menutup aurat.
  4. Dimulai dari tempat yang sejajar dengan Hajar Aswad yang ada disalah satu sudut Ka’bah. Apabila seseorang memulai tawafnya pada sudut Kaabah yang tidak sejajar dengannya, maka putaran itu tidak dihitung hingga sampai pada sudut Hajar Aswad untuk dihitung sebagai awal tawaf.
  5. Mengirikan Ka’bah dan berjalan ke depan.
  6. Dilakukan di dalam Masjidil Haram tetapi di luar bahagian Kaabah iaitu di luar Hijir Ismail (ﺣﺠﺮ ﺍﺳﻤﺎﻋﻴﻞ) dan Syazarwan (ﺷﺎﺫﺭﻭﺍﻥ).
  7. Dilakukan tujuh putaran dengan yakin.
Sunah Tawaf berikut adalah amalan sunah dilakukan saat bertawaf:
  • Bertawaf dengan berjalan kaki.
  • Memendekkan langkah.
  • Berjalan cepat dengan berlari anak.
  • Istilam kepada Hajar Aswad saat awal tawaf sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.
  • Beristilam dengan tangan kanan.
  • Mencium Hajar Aswad dan meletakkan dahi ke atasnya.
  • Beristilam (mencium Hajar Aswad atau menyentuhnya dengan tangan) di rukun Yamani.
  • Berittibak (upaya umat muslim untuk mengikuti atau menuruti semua yang telah diperintahkan, yang dilarang, dan dibenarkan oleh Rasulullah SAW).
  • Solat sunah dua rakaat setelah tawaf di belakang Maqam Ibrahim.
  • Bertawaf berdekatan dengan Ka’bah (untuk memudahkan istilam).
Istilam
  • Mencium Hajar Aswad atau menyentuhnya dengan tangan.
  • Jika tidak mampu, memadai dengan isyarat atau melambai dengan tangan.
  • Lebih baik dilakukan setiap putaran jika mampu.
Ittibak
  • Meletakkan pertengahan kain selendang/ihram di bawah ketiak kanan dan kedua ujungnya di atas kiri dengan menjadikan bahu kanan terbuka bagi kaum pria.
Jenis Tawaf
  • Tawaf Qudum (ﻗﺪﻭﻡ ) – tawaf “selamat datang” yang dilakukan ketika baru sampai di Mekah.
  • Tawaf Ifadhah (ﺇﻓﺎﺿﻪ) – tawaf yang menjadi rukun haji dan dilakukan bagi mereka yang telah pulang dari Wukuf di Arafah. Juga dinamakan bagi tawaf rukun umrah.
  • Tawaf Sunah (ﺳﻨﺔ) – tawaf yang dilakukan semata-mata mencari ridha Allah pada waktu kapanpun.
    • Tawaf Tahiyyat (ﺗﺤﻴﺔ) – tawaf sunah yang lazim dilakukan saat memasuki Masjidl Haram.
  • Tawaf Nazar (ﻧﺬﺭ) – melakukan tawaf untuk memenuhi nazar (janji)
  • Tawaf Wada’ (ﻭﺩﺍﻉ) – tawaf “selamat tinggal” yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Mekkah sebagai tanda penghormatan dan memuliakan Baitullah.

​Baca juga: Jenis Ibadah Haji: Haji ifrad, Haji tamattu’, Haji qiran dan Kegiatannya Hari ke-1 sampai ke-6

Sumber bacaan: Wikipedia

Sumber foto: ziedkammoun via Pixabay

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *