Surah Al Alaq العلق Segumpal Darah

Surat Al Alaq, juga dikenal sebagai “Segumpal Darah,” merupakan surah ke-96 dari Al-Qur’an. Terdiri dari 19 ayat, surah ini diwahyukan di Mekah pada Periode 1 Wahyu. Dalam urutan kronologis, ini dianggap sebagai surah pertama yang diwahyukan.

Surat Al Alaq ini mengandung penjelasan tentang kesempurnaan manusia melalui ilmu dan wahyu yang membangkitkan ketergantungan dan kepatuhan seseorang kepada Rabbnya. Di sisi lain, juga menggarisbawahi kekurangan manusia karena menyelisihi hal itu.

Ada pandangan berbeda mengenai awal wahyu, di mana mayoritas melihat lima ayat pertama dari Surah 96 sebagai permulaan kenabian Muhammad. Namun, ada juga tradisi yang menempatkan awal dari wahyu di Sura 74, ayat 1-7.

Berikut isi Surat Al Alaq dalam text bahasa Arab, latin dan terjemahan bahasa Indonesia

Surat al-‘Alaq

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

Arab-Latin: iqra` bismi rabbikallażī khalaq

Artinya: 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ

khalaqal-insāna min ‘alaq

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ

iqra` wa rabbukal-akram

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

allażī ‘allama bil-qalam

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

‘allamal-insāna mā lam ya’lam

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ

kallā innal-insāna layaṭgā

6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ

ar ra`āhustagnā

7. karena dia melihat dirinya serba cukup.

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ

inna ilā rabbikar-ruj’ā

8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ

a ra`aitallażī yan-hā

9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ

‘abdan iżā ṣallā

10. seorang hamba ketika mengerjakan shalat,

أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ

Arab-Latin: a ra`aita ing kāna ‘alal-hudā

Artinya: 11. bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran,

أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ

au amara bit-taqwā

12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ

a ra`aita ing każżaba wa tawallā

13. Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ

a lam ya’lam bi`annallāha yarā

14. Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

كَلَّا لَئِن لَّمْ يَنتَهِ لَنَسْفَعًۢا بِٱلنَّاصِيَةِ

kallā la`il lam yantahi lanasfa’am bin-nāṣiyah

15. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,

نَاصِيَةٍ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍ

nāṣiyating kāżibatin khāṭi`ah

16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ

falyad’u nādiyah

17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدْعُ ٱلزَّبَانِيَةَ

sanad’uz-zabāniyah

18. kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩

kallā, lā tuṭi’hu wasjud waqtarib

19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

Tempat Turunnya AlQuran di Mekah dan Medinah


Sumber bacaan: PinterPandaiWikipediaQuran.com

Surat AlQuran | Daftar Lengkap dalam Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan Indonesia

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *