Picture

Bagi Anda yang sudah tahu, kami sangat bangga, tetapi untuk Anda yang belum tahu, cari tahu yuk…

Untuk mengerti lebih lanjut tentang hari-hari besar di agama Islam:

  • Idul Adha
  • Idul Fitri
  • ​Isra Mikraj
  • ​Maulid Nabi Muhammad SAW

Idul Adha
Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Idul Fitri
yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan “Hijriah”. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan “Masehi”.

Pada tanggal 1 Syawal mulai berakhirnya puasa pada bulan Ramadan, kemudian merayakan Idul Fitri. Awal pagi hari selalu dilaksanakan Salat Idul Fitri (Salat Id), disunnahkan melaksanakan salat Id di tanah lapang atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar).

Isra Mikraj
Adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat 5 lima waktu sehari semalam. Ada beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke 17 di Al-Quran, yaitu “Surah Al-Isra.

Maulid Nabi Muhammad SAW
Peringatan hari lahir NabiMuhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan “Hijriyah”.


Urutan Hari Raya dan Hari Besar Islam​
Untuk mengerti lebih lanjut tentang hari raya Islam, dari bulan Muharam sampai bulan Zulhijah (seperti dari bulan Januari – Desember):

  1. Tahun Baru Hijriyah (Islam) – 1 Muharram
  2. Hari Asyura – 10 Muḥarram
  3. Arbain Nawawi – 20 Ṣafar
  4. ​Maulid Nabi Muhammad SAW – 17 Rabi‘ul Awwal (Syiah)
  5. Hari kelahiran Ali bin Abi Ṭalib – 13 Rajab
  6. Isra Mikraj – 27 Rajab
  7. Nisfu Sya’ban – 15 Sya‘ban
  8. Hari kelahiran Imam Mahdi – 15 Sya‘ban
  9. Hari pertama Ramadan – 1 Ramadan
  10. Lailatulqadar atau Lailat Al-Qadar – 19, 21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadan
  11. Chaand Raat – 29 atau 30 Ramadan
  12. Idul Fitri – 1 Syawal
  13. Haji – 8–13 Dzulhijjah
  14. Hari Arafah – 9 Dzulhijjah
  15. Idul Adha – 10 Dzulhijjah
  16. Idul Ghadir – 18 Dzulhijjah
  17. Mubahalah – 24 Dzulhijjah

Tahun Baru Hijriyah (Islam) – 1 Muharram
Adalah salah satu hari yang penting bagi umat Islam karena menandai peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam yaitu memperingati penghijrahan Nabi Muhammad saw. dari Kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada 1 Muharram tahun baru bagi kalender Hijriyah. Namun Tahun Hijrah Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah itu diambil sebagai awal perhitungan bagi kalender Hijriyah.
Kalender Hijriyah secara resmi belum dimulai ketika zaman Rasulullah S.A.W. Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Arrasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A.
Ada beberapa saran dari para sahabat untuk penetapan tanggal bagi Madinah ketika itu, ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada juga yang mengusulkan awal tanggal Islam ditetapkan pada hari Rasulullah diangkat sebagai nabi dan rasul tetapi pandangan yang menyarankan awal tanggal Islam pada tanggal hijrah Nabi SAW.

Hari Asyura – 10 Muharram
Hari Asyura (عاشوراء ) adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam Kalender Hijriyah. Sedangkan asyura sendiri berarti kesepuluh.
Hari ini menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi’ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 H (680). Akan tetapi, Sunni meyakini bahwa Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut untuk mengekspresikan kegembiraan kepada Tuhan karena Bani Israil sudah terbebas dari Fira’un (Exodus).
Menurut tradisi Sunni, Nabi Muhammad berpuasa pada hari tersebut dengan jumlah dua hari dengan tujuan menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani, dan meminta orang-orang pula untuk berpuasa.

Arbain Nawawi – 20 Ṣafar
Arbain Nawawi atau Al-Arba’in An-Nawawiyah (Arab:الأربعون النووية) merupakan kitab yang memuat empat puluh dua hadits pilihan yang disusun oleh Imam Nawawi.
Arba’in berarti empat puluh namun sebenarnya terdapat empat puluh dua hadits yang termuat dalam kitab ini. Kitab ini bersama dengan kitab Riyadhus Shalihin dianggap sebagai karya Imam Nawawi yang paling terkenal dan diterima umat muslim di seluruh dunia. Kitab ini menjadi favorit di kalangan santri untuk memulai menghafal hadits-hadits Nabi sebelum beralih ke kitab-kitab yang lebih besar.

​Maulid Nabi Muhammad SAW – 17 Rabi‘ul Awwal (Syiah)
Peringatan hari lahir NabiMuhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan “Hijriyah”.
Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad ﷺ wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten. Dan tradisi endhog-endhogan yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa-Using di Banyuwangi, Jawa Timur.

Hari kelahiran Ali bin Abi Ṭalib – 13 Rajab
Alī bin Abī Thālib (Arab: علي بن أﺑﻲ طالب, Persia: علی پسر ابو طالب) (lahir sekitar 13 Rajab 23 SH/599 Masehi – wafat 21 Ramadan 40 Hijriah/661 Masehi) adalah khalifah keempat yang berkuasa pada tahun 656 sampai 661.
Ali bin Abi Ṭalib termasuk golongan pemeluk Islam pertama dan salah satu sahabat utama Nabi. Secara silsilah, ‘Ali adalah sepupu dari Nabi Muhammad. Pernikahan ‘Ali dengan Fatimah az-Zahra juga menjadikannya sebagai menantu Nabi Muhammad.
Sebagai salah satu pemeluk Islam awal, ‘Ali telah terlibat dalam berbagai peran besar sejak masa kenabian, meski usianya terbilang muda bila dibandingkan sahabat utama Nabi yang lain. ‘Ali mengikuti semua perang, kecuali Perang Tabuk, pengusung panji, juga berperan sebagai sekretaris dan pembawa pesan Nabi. ‘Ali juga ditunjuk sebagai pemimpin pasukan pada Perang Khaibar.
Sepeninggal Nabi Muhammad, ‘Ali diangkat sebagai khalifah atau pemimpin umat Islam setelah Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman. Dalam sudut pandang Sunni, ‘Ali bersama tiga pendahulunya digolongkan sebagai Khulafaur Rasyidin.
Di sisi lain, kelompok Syi’ah memandang bahwa ‘Ali yang harusnya mewarisi kepemimpinan umat Islam begitu mangkatnya Nabi Muhammad atas tafsiran mereka dalam peristiwa Ghadir Khum, membuat kepemimpinan tiga khalifah sebelumnya dipandang tidak sah. Masa kekuasaan ‘Ali merupakan salah satu periode tersulit dalam sejarah Islam karena saat itulah terjadi perang saudara pertama dalam tubuh umat Muslim yang berawal dari terbunuhnya ‘Utsman bin ‘Affan, khalifah ketiga. Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai status ‘Ali dan hak kepemimpinannya atas umat Islam, Sunni dan Syi’ah sepakat mengenai pribadinya yang saleh dan adil.

Isra Mikraj – 27 Rajab
Hari raya Islam Isra Mikraj adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat 5 lima waktu sehari semalam. Ada beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke 17 di Al-Quran, yaitu “Surah Al-Isra.

Nisfu Sya’ban – 15 Sya‘ban
Adalah peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya’ban) dari kalender Islam. Hari ini juga dikenal sebagai Laylatul Bara’ah atau Laylatun Nisfe min Sha’ban di dunia Arab, dan sebagai Shab-e-barat di Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran dan India. Nama-nama ini diterjemahkan menjadi “malam pengampunan dosa”, “malam berdoa” dan “malam pembebasan”, dan sering kali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah. Di beberapa daerah, malam ini juga merupakan malam ketika nenek moyang yang telah wafat diperingati.
Nama lain:

  • Lailat al-Baraa (bahasa Arab: ليلة البراءة‎, Malam Pengampunan Dosa).
  • Lailat al-Du’a (bahasa Arab: ليلة الدعاء‎, Malam Berdoa).
  • Nim Sha’ban di Afghanistan dan Iran.
  • Nisf Sha’ban (bahasa Arab: نصف شعبان‎, Pertengahan Sya’ban) di negara-negara berbahasa Arab.
  • Nisfu Sya’ban di negara-negara berbahasa Melayu.
  • Shab-e-Baraat di India, Pakistan, dan Bangladesh, berarti Malam Pengampunan Dosa.
  • Berat Kandili di Turki.
  • Wulan Ruwah di Jawa, yang berarti bulan arwah, digunakan untuk mengirim do’a kepada para leluhur agar mendapat pengampunan dosa.

Hari kelahiran Imam Mahdi (Hujjat-Allah al-Mahdi) – 15 Sya‘ban
Muḥammad al-Mahdī (lahir 868) (Bahasa Arab: محمد المهدى) adalah Imam Syi’ah ke-12 dan terakhir. Kalangan Syi’ah percaya bahwa Imam Mahdi dilahirkan tahun 868 sebagai Muhammad bin Hasan bin Ali. Imam ke-11 meninggal pada tanggal 8 Rabiulawal 874, sejak saat itu, anaknya Muhammad menjadi Imam.
Hujjat Allah ibn al-Hasan al-Mahdi (Arabic: حُجَّة ٱللَّٰه ٱبْن ٱلْحَسَن ٱلْمَهْدِيّ, Ḥujjat Allāh ibn al-Ḥasan al-Mahdiy) dipercaya oleh Dua Belas Syiah sebagai Imam Mahdi, seorang eskatologis terakhir Dua Belas Imam yang akan muncul bersama Isa (Yesus Kristus) untuk memenuhi misi mereka membawa perdamaian dan keadilan bagi dunia.
Dua belas Syiah percaya bahwa al-Mahdi lahir pada tanggal 15 Sya’ban 869 M / 255 H dan menjadi Imamah pada usia hampir 5 tahun setelah pembunuhan ayahnya Hasan al-Askari. Pada tahun-tahun awal Imamahnya, dia diyakini telah melakukan kontak dengan para pengikutnya hanya melalui The Four Deputi. Periode ini dikenal sebagai Gaib Kecil (ٱلْغَيْبَة ٱلصُّغْرَىٰ) dan berlangsung dari 873–941 Masehi.
Beberapa hari sebelum wafatnya wakil keempatnya Abu al-Hasan Ali ibn Muhammad al-Samarri pada tahun 941, dia diyakini telah mengirimkan surat kepada pengikutnya. Dalam surat itu, yang ditransmisikan oleh al-Samarri, ia menyatakan awal dari Gaib Besar (ٱلْغَيْبَة ٱلْكُبْرَىٰ), di mana Mahdi tidak boleh berhubungan dengan para pengikutnya secara langsung, tetapi telah menginstruksikan mereka untuk mengikuti ulama tinggi yang saleh untuk siapa dia telah menyebutkan beberapa manfaat yang membedakan.
Kebanyakan Muslim Sunni menolak bahwa dia adalah Mahdi dan percaya bahwa Mahdi belum lahir. Mereka percaya bahwa identitas persisnya hanya diketahui oleh Allah, selain gagasan bahwa dia berasal dari keturunan Muhammad. Selain silsilah yang tepat dari Mahdi, Sunni menerima banyak hadits yang sama yang diterima Syiah tentang ramalan tentang kemunculan Mahdi, tindakannya, dan kekhalifahan universal. Sunni juga memiliki banyak hadits tentang Mahdi yang ada dalam koleksi Hadits mereka. Muhammad ibn Al-Hasan dan At-Tayyib Abu’l-Qasim ibn Al-Mansur adalah keturunan dari Nabi (Nabi) Islam yang dianggap oleh kelompok Syiah yang berbeda (masing-masing Twelvers dan Tayyibi Isma’ili-Musta’li) -Isma’ilis) untuk menjadi Imam Gaib dan Mahdi.

Hari pertama Ramadan – 1 Ramadan
Ramadan juga diromanisasikan sebagai Ramazan, Ramadhan, atau Ramathan) adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan puasa (saum) dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad menurut keyakinan umat Muslim.
Perayaan tahunan ini dihormati sebagai salah satu dari rukun Islam.
Bulan Ramadan akan berlangsung selama 29–30 hari berdasarkan pengamatan hilal, menurut beberapa aturan yang tertulis dalam hadis.

Lailatulqadar atau Lailat Al-Qadar – 19, 21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadan
(bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ, malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al-Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surah Al-Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur’an.
Lailatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus terjadi pada bulan Ramadan. Malam ini dikatakan dalam Alquran pada surah Al-Qadr, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29.
Sebagian Muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dan merayakan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir Ramadan sembari beribadah sepanjang malam.
Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatulqadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan, hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah yang mengatakan: ” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatulqadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan” ” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).[2] Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Lailatulqadar kemungkinan akan “diwujudkan” oleh Allah pada malam ganjil, tetapi mengingat umat islam memulai awal puasa pada hari atau tanggal yang berbeda, maka umat islam yang menghendaki untuk mendapatkan keutamaan Lailatulqadar dapat “mencarinya” setiap malam. Agar kita yang menghendaki “mendapatkan” Lailatulqadar, maka berbuka puasalah “sekadarnya” saja agar badan tidak “menjadi berat” dan malas serta menjadi sebab mengantuk dan mudah tertidur, sehingga yang kita inginkan untuk mendapatkan Lailatulqadar tidak membuahkan hasil.

Chaand Raat – 29 atau 30 RamadanChaand Raat (Hindi: चाँद रात; Bahasa Bengali: চাঁদ রাত; Urdu: چاند رات; berarti, Malam Bulan) adalah cara berkata orang Hindi, Urdu dan Bengali yang digunakan di India, Pakistan dan Bangladesh untuk malam Idul Fitri; istilah ini dapat berarti malam dengan bulan purnama. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta candrá (चंद्र) “bulan” dan rā́tri (रात्रि) “malam”. Itu juga bisa berarti malam dengan bulan baru untuk bulan syawal Islam baru.
Chaand Raat merupakan waktu perayaan ketika keluarga dan sahabat berkumpul di area terbuka di penghujung hari terakhir Ramadhan untuk melihat bulan baru, yang menandakan datangnya bulan Islam Syawal dan hari Idul Fitri. Begitu bulan terlihat, orang-orang saling mendoakan Chaand Raat Mubarak (“Semoga malam bulan baru diberkati”) atau Idul Fitri (“Berkah hari Idul Fitri”).
Wanita dan gadis menghiasi tangan mereka dengan mehndi (pacar), dan orang-orang menyiapkan makanan penutup untuk hari Idul Fitri berikutnya dan melakukan putaran terakhir berbelanja.
Jalan-jalan kota memiliki tampilan yang meriah, dan mal serta pasar yang didekorasi dengan cerah tetap buka hingga larut malam. Chaand Raat dirayakan secara meriah dan penuh semangat oleh Muslim (dan terkadang juga non-Muslim) di seluruh Asia Selatan, dan dalam arti sosio-budaya, sebanding dengan Malam Natal.

Idul Fitri – 1 Syawalyang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan “Hijriah”. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan “Masehi”.
Pada tanggal 1 Syawal mulai berakhirnya puasa pada bulan Ramadan, kemudian merayakan Idul Fitri. Awal pagi hari selalu dilaksanakan Salat Idul Fitri (Salat Id), disunnahkan melaksanakan salat Id di tanah lapang atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar).

Doa atau ucapan pada IdulfitriDi Indonesia sering mengucapkan doa Minal ‘Aidin wal-Faizin, sebenarnya itu adalah tradisi masyarakat Asia Tenggara. Menurut sebagian besar ulama ucapan tersebut ditidaklah berdasar dari ucapan dari Nabi Muhammad SAW. Perkataan ini mulanya berasal dari seorang pensyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita pada hari raya.
Adapun ucapan yang disunnahkan olehnya adalah Taqabbalallahu minna wa minkum (“Semoga Allah menerima amal kami dan kalian”) atau Taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik (“Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu” dan semisalnya.”) dan semisalnya.

Haji – 8–13 DzulhijjahHaji (bahasa Arab: حج‎ Ḥaǧǧ “ziarah”) adalah ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.
Ini adalah satu dari lima Rukun Islam, di samping Syahadat, Salat, Zakat, dan Sawm. Haji adalah pertemuan tahunan terbesar orang-orang di dunia.
Keadaan yang secara fisik dan finansial mampu melakukan ibadah haji disebut istita’ah, dan seorang Muslim yang memenuhi syarat ini disebut mustati. Haji adalah demonstrasi solidaritas orang-orang Muslim, dan ketundukan mereka kepada Tuhan (Allah).
Kata Haji berarti “berniat melakukan perjalanan”, yang berkonotasi baik tindakan luar dari perjalanan dan tindakan ke dalam niat.
Ziarah terjadi dari tanggal 8 sampai 12 (atau dalam beberapa kasus ke 13) dari Zulhijjah, bulan terakhir kalender Islam. Karena kalender Islam adalah bulan dan tahun Islam kira-kira sebelas hari lebih pendek daripada kalender Gregorian, tanggal haji Gregorian berubah dari tahun ke tahun. Hram adalah nama yang diberikan pada keadaan spiritual khusus dimana peziarah mengenakan dua lembar putih kain halus. Dan menjauhkan diri dari tindakan tertentu.
Haji dikaitkan dengan kehidupan nabi Islam Muhammad dari abad ke-7, namun ritual ziarah ke Mekkah dianggap oleh umat Islam untuk meregangkan ribuan tahun sampai Ibraham. Selama haji, peziarah bergabung dalam prosesi ratusan ribu orang, yang secara bersamaan berkumpul di Mekkah selama minggu haji, dan melakukan serangkaian ritual: setiap orang berjalan berlawanan arah jarum jam tujuh kali di sekitar Ka’bah (berbentuk kubus Bangunan dan arah doa untuk kaum Muslim), berjalan bolak-balik antara bukit-bukit Al-Safa dan Al-Marwah, minuman dari Sumur Zamzam, sampai ke dataran Gunung Arafah untuk berjaga-jaga, menghabiskan satu malam di Dataran Muzdalifah, dan melakukan rajam simbolis iblis dengan melemparkan batu ke tiga pilar. Para peziarah kemudian mencukur kepala mereka, melakukan ritual pengorbanan hewan, dan merayakan festival global tiga hari Idul Adha.
Jamaah haji juga bisa pergi ke Mekkah untuk melakukan ritual di lain waktu sepanjang tahun. Ini kadang disebut “ziarah yang lebih rendah”, atau Umrah.
Namun, biarpun mereka memilih untuk melakukan umrah, mereka masih diwajibkan untuk melakukan ibadah haji di lain waktu dalam hidup mereka jika mereka memiliki sarana untuk melakukannya, karena Umrah bukan pengganti haji.

Hari Arafah – 9 DzulhijjahHari Arafah merupakan salah satu hari raya Islam; Hari Arafah adalah hari ke-9 dalam bulan Zulhijah dan merupakan hari ke-2 dalam ritual ibadah haji. Hari Arafah merupakan hari yang istimewa karena pada hari itu Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang berkumpul di Arafah kepada para malaikat.
Arafah merupakan nama sebuah gunung, tempat di mana Nabi Muhammad SAW menyeru di depan kaumnya untuk yang terakhir kali.
Hari Arafah adalah waktu bagi jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, mulai dari terbenamnya matahari (waktu zhuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai fajar terbit tanggal 10 Zulhijah.
Bagi umat islam yang sedang tidak melaksanakan haji, saat hari Arafah disunnahkan untuk melaksanakan Puasa Arafah saat tanggal 9 Zulhijah. Dalam sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya: “Puasa hari Arafah itu menghapus dosa 2 tahun: 1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang.
Idul Adha – 10 DzulhijjahPada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Idul Ghadir – 18 DzulhijjahIdul Ghadir adalah sebuah perayaan yang dilangsungkan oleh Muslim Syiah untuk memperingati peringatan kotbah terakhir Nabi Muhammad s.a.w. di Ghadir Khum, yang terjadi pada 18 Zulhijah 10 H dalam kalender Islam. Dalam khotbahnya, dijelaskan di dalam “hadith kolam Khum”, adalah dasar dari pendirian Syiah akan Hazrat Ali bin Abi Talib menjadi pewaris dari Nabi Muhammad. Muslim Sunni tidak mengakui bahwa khotbah terakhir tersebut terjadi serta tidak merayakan hari tersebut, karena mereka percaya bahwa, dalam Islam, hari-hari yang dianggap merupakan perayaan hanya Idul Fitri dan Idul Adha.
Syiah / Fatemid / Bohra dawoodi juga merayakan hari itu dengan nama yang sama, dan setiap individu menegaskan sumpah mereka untuk Islam dalam upacara umum.
Sepuluh tahun setelah hijrah (hijrah), nabi Muhammad memerintahkan pengikutnya untuk memanggil orang-orang di mana saja untuk bergabung dengannya dalam ziarah terakhirnya. Sarjana Islam percaya lebih dari tujuh puluh ribu orang mengikuti Muhammad dalam perjalanannya ke Mekah, di mana, pada hari keempat bulan Dzulhijjah, ada lebih dari seratus ribu Muslim hadir untuk masuk ke kota.
Saat kembali dari ziarah ini, pada tanggal 18 Dzul-Hijjah 10 H (Maret 632 M) di daerah yang dikenal sebagai Ghadir Khum, Muhammad menyampaikan khotbah yang terkenal di mana dia memanggil sepupu dan menantunya Ali ibn Abi Thalib dan menyatakan, “kepada siapapun aku Mawla, Ali juga Mawla mereka”. Sementara arti kata Mawla dapat ditafsirkan dalam beberapa cara, termasuk sebagai “teman” atau “tuan”, kaum Syi’ah melihatnya sebagai yang terakhir dan dengan demikian melihat khotbah sebagai sebutan resmi Ali sebagai penerus Muhammad.
Akibatnya, tanggal khutbah dianggap sebagai salah satu acara dasar Syiah Islam, dengan hari jadi menjadi salah satu perayaan tahunan terpenting sebagai “Idul Ghadir” (Eid al-Ghadir).
Muslim Syiah di seluruh dunia merayakan acara ini setiap tahun dengan adat istiadat yang beragam.
Itu diadakan di berbagai negara, termasuk Iran, India, Pakistan, Azerbaijan, Irak, UEA, Yaman, Afghanistan, Lebanon, Bahrain, dan Suriah. Muslim Syiah juga merayakan Idul Fitri di Eropa dan Amerika, termasuk AS, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis.

Mubahalah – 24 Dzulhijjah
Mubāhalah (Arab مباهلة Mengutuk) atau Li’an (لعان‎) adalah memohon kutukan kepada Allah untuk dijatuhkan kepada orang yang salah/dusta, sebagai bukti kebenaran salah satu pihak.
Eid al-Mubahalah merupakan peristiwa Mubahala adalah pertemuan antara nabi Islam Muhammad dan utusan Kristen dari Najran (sekarang Arab Saudi), di bulan Dzulhijjah, 10 H (Oktober 631, Oktober 631-2 Oktober 632– 33), di mana Muhammad mengucapkan kutukan yang mencoba untuk mengungkapkan siapa yang berbohong tentang perbedaan agama mereka.
Upaya awalnya adalah mengundang orang-orang Kristen Najrani ke Islam dan mengakui Muhammad sebagai nabi. Selama diskusi agama tentang persamaan dan perbedaan, topik ketuhanan ‘Īsā (Yesus) muncul.
Umat ​​Kristen menolak untuk menerima ajaran Muhammad tentang Kristus dan menolak untuk menyangkal kepercayaan mereka. Muhammad meminta mubahala (kutukan doa) tentang penolakan mereka, dan memasukkan Ahl al-Bayt-nya dalam seruan untuk memohon kutukan.
Orang-orang Kristen kembali ke tempat mereka tinggal. Pemimpin mereka al-Sayyid, al-‘Aqib menasihati mereka dengan mengatakan: “Jika dia menantang kami dengan umatnya, kami menerima tantangan karena dia bukan seorang nabi; tetapi jika dia menantang kami dengan keluarganya secara khusus, kami tidak menantangnya , karena dia tidak akan mengutamakan keluarganya kecuali dia jujur. “
Pagi tanggal 24 Dzulhijjah, Muhammad muncul pada waktu yang ditentukan. Dia hanya membawa anggota keluarganya yang terpilih, menggendong Husain dengan Hasan di tangannya, diikuti oleh Fatima dan Ali. Tradisi menyatakan orang-orang Kristen terkejut ketika mereka melihat keluarga Muhammad (“Ali, Fatima, Hasan dan Husain”) menemani Muhammad. Umat ​​Kristen terkejut dan, menurut tradisi, memutuskan untuk tidak mengutuk Muhammad dan yang lainnya. Mereka malah meminta perdamaian dengan menawarkan upeti kepada Muhammad sebagai imbalan perlindungan. Sumber-sumber Islam menawarkan berbagai penjelasan tentang hasilnya. Beberapa narasi menyatakan bahwa orang Kristen akan binasa pada akhir tahun jika mereka terlibat dalam kutukan.
Peristiwa ini diperingati setiap tahun pada 24 Dzulhijjah oleh Syiah dan merupakan argumen awal bagi Muslim Syiah dalam membuktikan bahwa Ahl al-Kisaʾ (Ahli Jubah) adalah Ahl al-Bayt (Orang-orang Rumah Tangga [Muhammad]) disebutkan dalam Al Qur’an.

 

 

 

loading…

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *